Keadilan adalah suatu tindakan manusia yang dilandasi oleh kebenaran dan kebenaran itu di perjuangkan oleh manusia tersebut. Manusia akan terus menuntut keadilan karena menurut mereka keadilan adalah hak mereka. Tapi sayangnya saat ini banyak manusia yang bersalah menghalalkan semua cara untuk memperoleh keadilan yang membela mereka. Padahal jelas-jelas merekalah yang salah dan tidak seharusnya mereka mendapatkan keadilan yang menguntungkan mereka.
Namun, di zaman sekarang ini semua keadilan yang diperoleh individu tidak semuanya murni diberikan karena kebenaran. Melainkan ada bebrap faktor pendukung lainnya, seperti pemberian uang pelicin dan atas dasar kekeluargaan. Sehingga keadilan yang didapat manusia pada saat ini patut dipertanyakan apakah memang itu sesuai dengan perbuatan mereka atau karena ada faktor lainnya.
Nama : Anggi Effry Liqwiyanti
Kelas : 1PA02
NPM : 10511885
ini hanya catatan kecil seorang mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Gunadarma yang mempunyai nama panggilan 'bote' , yang amat sangat menyukai Manchester United dan CR7, dan yang sedikit banyak tidak waras. Blog ini berisi tugas-tugas dan beberapa hal-hal tentang pengalaman saya yang mungkin untuk sebagian orang tidak penting, but this is my life so do what you wanna do and say what you wanna say but dont judge me by my blog or my attitude :)
Minggu, 27 November 2011
Manusia dan Keindahan
Keindahan merupakan suatu aspek yang tak bisa dilepaskan dari manusia. Manusia selalu berusaha mencari keindahan agar memuaskan nilai seni mereka. Manusia menggunakan indera penglihatan dan pendengaran untuk merasakan keindahan. Karena keindahan bisa berupa gambaran-gambaran hasil karya manusia maupun Tuhan dan bisa juga berupa lantunan-lantunan melodi yang berharmonisasi menjadi satu kesatuan.
Manusia selalu menuntut agar dipelihatkan dan diperdengarkan suatu karya seni yang indah, terlebih apabila mereka termasuk kedalam golongan ‘manusia bernilai seni tinggi’. Mereka biasanya lebih peka terhadap maksud dari sebuah seni yang disuguhkan ke meraka dibanding dengan orang-orang awam. Orang-orang awam biasanya tidak dapat melihat arti dari suatu karya lukis abstrak, bagi mereka itu hanya coretan biasa yang tanpa arti. Tetapi bagi orang yang bernilai seni tinggi, coretan tersebut memiliki arti penting dan memiliki nilai keindahan yang tinggi.
Nama : Anggi Effry Liqwiyanti
Kelas : 1PA02
NPM : 10511885
Manusia selalu menuntut agar dipelihatkan dan diperdengarkan suatu karya seni yang indah, terlebih apabila mereka termasuk kedalam golongan ‘manusia bernilai seni tinggi’. Mereka biasanya lebih peka terhadap maksud dari sebuah seni yang disuguhkan ke meraka dibanding dengan orang-orang awam. Orang-orang awam biasanya tidak dapat melihat arti dari suatu karya lukis abstrak, bagi mereka itu hanya coretan biasa yang tanpa arti. Tetapi bagi orang yang bernilai seni tinggi, coretan tersebut memiliki arti penting dan memiliki nilai keindahan yang tinggi.
Nama : Anggi Effry Liqwiyanti
Kelas : 1PA02
NPM : 10511885
Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan atau mengenakan. Penderitaan bisa dirasakan sejak kecil maupun ketika remaja atau bahkan dewasa. Penderitaan bisa masuk ke kategori ringan maupun berat, tergantung penilaian individu yang merasakan penderitaan tersebut dan penilaian individu lain yang melihatnya. Karena setiap individu memiliki pandangan yang berbeda tentang suatu hal.
Manusia tidak dapat dipisahkan dengan penderitaan dan kebahagian, karena setiap ada penderitaan pasti akan diakhiri dengan kebahagian. Tuhan tidak akan pernah memberikan penderitaan saja kepada hambaNya dan Tuhan tidak akan pernah juga memberikan kebahagian saja kepada hambaNYa. Tuhan pasti memberikan kedua hal tersebut, agar melihat sejauh mana ketaqwaan hambaNYa dalam menyikapi masalah dan nikmat yang ia berikan.
Selain itu, penderitaan juga dapat membuat hidup kita jadi lebih berwarna. Kita dapat mempelajari hal baru dari penderitaan tersebut, fikiran kita pun akan terbuka karena jika kita mendapat pendeeritaan pasti kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari jalan keluar dari penderitaan kita itu, dan yang pasti penderitaan juga mendekatkan kita dengan Tuhan.
Nama : Anggi Effry Liqwiyanti
Kelas : 1PA02
NPM : 10511885
Manusia tidak dapat dipisahkan dengan penderitaan dan kebahagian, karena setiap ada penderitaan pasti akan diakhiri dengan kebahagian. Tuhan tidak akan pernah memberikan penderitaan saja kepada hambaNya dan Tuhan tidak akan pernah juga memberikan kebahagian saja kepada hambaNYa. Tuhan pasti memberikan kedua hal tersebut, agar melihat sejauh mana ketaqwaan hambaNYa dalam menyikapi masalah dan nikmat yang ia berikan.
Selain itu, penderitaan juga dapat membuat hidup kita jadi lebih berwarna. Kita dapat mempelajari hal baru dari penderitaan tersebut, fikiran kita pun akan terbuka karena jika kita mendapat pendeeritaan pasti kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari jalan keluar dari penderitaan kita itu, dan yang pasti penderitaan juga mendekatkan kita dengan Tuhan.
Nama : Anggi Effry Liqwiyanti
Kelas : 1PA02
NPM : 10511885
Kamis, 06 Oktober 2011
konsepsi IBD dan kemanusiaan
IBD atau ilmu budaya dasar pertama kali dikembangkan di Indonesia bertujuan untuk mengganti istilah inggris yaitu the humanities. Maksudnya adalah membuat manusia berperilaku dan berpikir lebih manusiawi. IBD memberikan pengetahuan tentang manusia dan kebudayaannya, hampir sama dengan ilmu antropologi. Tetapi ilmu antropologi tidak menjelaskan tentang merubah pemikiran manusia menjadi lebih manusiawi melainkan lebih membagi tentang hubungan manusia dengan kebudayaannya.
Jadi IBD dan kemanusiaan sangat berhubungan, karena saling mendukung keberadaan satu sama lain. Manusia belajar tentang kebudayaan dan kemanusiaan dari IBD, sedangkan IBD membutuhkan manusia sebagai subyek yang diamati dan mengamati.
nama: anggi effry liqwiyanti
npm: 10511885
Jadi IBD dan kemanusiaan sangat berhubungan, karena saling mendukung keberadaan satu sama lain. Manusia belajar tentang kebudayaan dan kemanusiaan dari IBD, sedangkan IBD membutuhkan manusia sebagai subyek yang diamati dan mengamati.
nama: anggi effry liqwiyanti
npm: 10511885
manusia dan cinta kasih
CINTA KASIH.....
Kita sering mendengar kata tersebut sering diucapkan pasangan kekasih, sehingga sebagian risih jika ada temannya ataupun orang tuanya yang mengucapkan kata tersebut kepadanya. Padahal cinta kasih tidak hanya dikultuskan untuk pasangan kekasih saja, melainkan bisa juga diucapkan untuk Tuhan, orang tua dan teman.
Tuhan menciptakan manusia untuk saling menyebarkan cinta kasih ke sesama manusia, hewan dan benda. Namun sayangnya, banyak manusia yang sudah mulai lupa akan kesakralan dan kepentingan cinta kasih. Mereka sering terlihat beradu argument bahkan sampai beradu fisik. Sekarang mudah ditemui perpecahan dan peperangan dimana-mana.
Oleh karena itu, sebaiknya kita segera mensosialisasikan betapa pentingnya cinta kasih untuk manusia sebelum semakin banyak perpecahan yg terjadi di dunia.
nama: anggi effry liqwiyanti
npm: 10511885
Kita sering mendengar kata tersebut sering diucapkan pasangan kekasih, sehingga sebagian risih jika ada temannya ataupun orang tuanya yang mengucapkan kata tersebut kepadanya. Padahal cinta kasih tidak hanya dikultuskan untuk pasangan kekasih saja, melainkan bisa juga diucapkan untuk Tuhan, orang tua dan teman.
Tuhan menciptakan manusia untuk saling menyebarkan cinta kasih ke sesama manusia, hewan dan benda. Namun sayangnya, banyak manusia yang sudah mulai lupa akan kesakralan dan kepentingan cinta kasih. Mereka sering terlihat beradu argument bahkan sampai beradu fisik. Sekarang mudah ditemui perpecahan dan peperangan dimana-mana.
Oleh karena itu, sebaiknya kita segera mensosialisasikan betapa pentingnya cinta kasih untuk manusia sebelum semakin banyak perpecahan yg terjadi di dunia.
nama: anggi effry liqwiyanti
npm: 10511885
manusia dan kebudayaan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena memiliki akal fikiran dan hawa nafsu. Manusia selalu mempunyai ide-ide yang berkeliaran di fikiran mereka, ide-ide tersebut ada yang dapat direalisasikan tapi ada pula yang tidak dapat direalisasikan. Ide-ide atau gagasan-gagasan yang dapat direalisasi tersebut, ada yang sudah dijadikan sebagai kebudayaan disuatu kelompok masyarakat. Mengapa bisa disebut sebagai kebudayaan? Karena kebudayaan itu terlahir dari ide atau gagasan manusia yang dijadikan suatu kebiasaan di suatu kelompok masyarakat dan diwariskan ke generasi-generasi selanjutnya secara turun menurun. Sehingga manusia dengan kebudayaan tidak dapat dipisahkan.
Kebudayaan meliputi budaya memakai pakaian, budaya beretika, budaya berbahasa, dll. Kita mungkin sedikit tabu akan budaya barat yang menganut budaya pergaulan bebas, budaya berpakaian mini, dan budaya memanggil orang tua dengan namanya saja tanpa embel-embel Bapak atau Ibu. Karena kita sebagai masyarakat Indonesia memang menganut budaya Timur yang sarat akan kesopanan dan agak bertolak belakang dengan budaya barat yang sudah disebutkan diatas. Oleh karena itu walaupun banyak kebudayaan yang berbeda tetapi tetap saja manusia tidak bisa dipisahkan dari kebudayaannya masing-masing.
Jika ada masyarakat yang menganut budaya timur tetapi melakukan sebagian budaya barat, kita tidak bisa menyalahkannya karena dizaman globalisasi seperti ini kita harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Tetapi selain kita harus bisa mengikuti keadaan sekitar, kita juga harus bisa menyaring mana budaya yang baik untuk kita terima dan mana yang tidak baik untuk kita terima.
nama: anggi effry liqwiyanti
npm: 10511885
Kebudayaan meliputi budaya memakai pakaian, budaya beretika, budaya berbahasa, dll. Kita mungkin sedikit tabu akan budaya barat yang menganut budaya pergaulan bebas, budaya berpakaian mini, dan budaya memanggil orang tua dengan namanya saja tanpa embel-embel Bapak atau Ibu. Karena kita sebagai masyarakat Indonesia memang menganut budaya Timur yang sarat akan kesopanan dan agak bertolak belakang dengan budaya barat yang sudah disebutkan diatas. Oleh karena itu walaupun banyak kebudayaan yang berbeda tetapi tetap saja manusia tidak bisa dipisahkan dari kebudayaannya masing-masing.
Jika ada masyarakat yang menganut budaya timur tetapi melakukan sebagian budaya barat, kita tidak bisa menyalahkannya karena dizaman globalisasi seperti ini kita harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Tetapi selain kita harus bisa mengikuti keadaan sekitar, kita juga harus bisa menyaring mana budaya yang baik untuk kita terima dan mana yang tidak baik untuk kita terima.
nama: anggi effry liqwiyanti
npm: 10511885
Jumat, 03 Desember 2010
di rumah popoy
heiho .....
gue nulis postingan kali ini di kamarnya si jidat (popoy) .
kenapa ?
karena gue dan si etika di suruh nginep di rumahnya gara-gara nyokapnya lagi baksos ke yogya .
ya gue dan etika mau aja secara kita orangnya baik hati ;D .
hahahaha .
dan gue rasa ini keputusan terDODOL, karena gue jadi bahan cengan mereka .
please ya siapapun itu bawa kabur gue dari sini .
gue capek dijadiin bahan cengan .
udah gitu kita belum tau mau ngapain aja disini .
ya Allah tolong bote -,-
gue nulis postingan kali ini di kamarnya si jidat (popoy) .
kenapa ?
karena gue dan si etika di suruh nginep di rumahnya gara-gara nyokapnya lagi baksos ke yogya .
ya gue dan etika mau aja secara kita orangnya baik hati ;D .
hahahaha .
dan gue rasa ini keputusan terDODOL, karena gue jadi bahan cengan mereka .
please ya siapapun itu bawa kabur gue dari sini .
gue capek dijadiin bahan cengan .
udah gitu kita belum tau mau ngapain aja disini .
ya Allah tolong bote -,-
Langganan:
Postingan (Atom)